Hari Ke-8, Tim Gabungan Terus Berupaya Padamkan Karhutla di HGU PT Gelora Sawita Makmur, Nagan Raya
Nagan Raya, 5 Juni 2026 – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Hak Guna Usaha (HGU) PT Gelora Sawita Makmur (GSM) yang berada di antara Desa Kaye Unoe, Kecamatan Darul Makmur dan Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, terus dilakukan oleh tim gabungan memasuki hari kedelapan.
Kegiatan pemadaman dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB di kawasan HGU PT GSM yang meliputi wilayah Desa Kaye Unoe, Kecamatan Darul Makmur, serta Desa Babah Lueng dan Desa Lueng Keubeu Jagad, Kecamatan Tripa Makmur.
Berdasarkan hasil pemantauan, titik api awal terdeteksi di area HGU PT GSM Desa Kaye Unoe, Kecamatan Darul Makmur, pada koordinat 3.8570800000000003, 96.45589. Titik panas tersebut terpantau melalui Aplikasi Lancang Kuning sejak 28 Mei 2026 pukul 09.00 WIB.
Tim Gabungan Dikerahkan Operasi pemadaman melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Personel yang terlibat antara lain. AKP Very Syahputra, SH., M.H. Kasat Resnarkoba Polres Nagan Raya selaku Perwira Pengendali Serta 30 personel Polres Nagan Raya dan Polsek Darul Makmur, 10 personel BPBD Kabupaten Nagan Raya 8 personel TNI Kepala Tim Manggala Agni Sibolangit beserta 11 personel Kepala Desa Puloe Kruet bersama masyarakat.
Dalam mendukung proses pemadaman, tim menggunakan berbagai peralatan, antara lain satu unit drone untuk pemantauan udara, dua unit mesin pompa air milik polres nagan raya, dua unit mesin pompa air milik bpbd nagan raya, satu unit mesin pompa air milik masyarakat, serta berbagai perlengkapan pemadaman dari manggala agni seperti mesin pompa, selang, nozel, embung, racun api, dan peralatan pendukung lainnya.
Lahan Gambut Menjadi Tantangan Utama Lokasi kebakaran diketahui berada di lahan HGU PT GSM yang telah lama tidak dikelola sejak tahun 2013/2014. Saat ini kawasan tersebut sebagian besar telah dikuasai dan digarap oleh masyarakat dari Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tripa Makmur.
Kondisi lahan yang didominasi gambut dengan ketebalan antara 2 hingga 4 meter menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Api yang membakar lapisan gambut di bawah permukaan tanah menyebabkan titik-titik panas sulit dipadamkan secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan perkebunan menggunakan metode pembakaran. Namun demikian, identitas penggarap maupun pelaku pembakaran masih belum diketahui dan saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Sekitar 80 Hektare Terbakar Hingga saat ini, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Meski demikian, kepulan asap tebal masih terlihat di sejumlah titik lokasi kebakaran dan sesekali masih muncul nyala api akibat bara yang tersimpan di lapisan gambut.
Tim gabungan menghadapi sejumlah hambatan di lapangan, di antaranya keterbatasan sumber air serta tidak tersedianya kanal maupun kolam penampungan air di kawasan perkebunan PT GSM. Akibatnya, petugas harus mengandalkan parit saluran air yang memiliki kapasitas terbatas untuk mendukung proses pemadaman.
Kondisi cuaca pada saat kegiatan berlangsung terpantau panas terik hingga berawan dengan suhu berkisar 29–35 derajat Celsius, kelembaban 78–95 persen, serta kecepatan angin sekitar 6 km/jam dari arah tenggara.
Pada pukul 17.00 WIB, kegiatan pemadaman dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat, 5 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Tim gabungan berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemadaman hingga seluruh titik api dapat dipastikan padam dan tidak kembali menyala.

Sumber : Humas Polres Nagan Raya

