Warga Kuta Baro Jeuram Ditemukan Meninggal di Bantaran Sungai Krueng Nagan

Nagan Raya, 16 Agustus 2026 — Seorang warga Desa Kuta Baro Jeuram, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di bantaran Sungai Krueng Nagan, Desa Paya Udeung, Kecamatan Seunagan, Minggu (16/8/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Fahrul Khaddafi (41), seorang wiraswasta yang berdomisili di Desa Kuta Baro Jeuram, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.48 WIB ketika korban menghubungi rekannya, Sanjai Murfiana (28), untuk mengajak mengambil tambang kail yang dipasang sehari sebelumnya di sekitar sungai.

Keduanya kemudian menuju bantaran Sungai Krueng Nagan. Saat sedang memilih tambang kail, korban tiba-tiba rebah. Menurut keterangan saksi, tubuh korban dalam kondisi tegang dan mengeluarkan buih dari mulut.

Melihat kejadian tersebut, Sanjai Murfiana kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan itu didengar oleh M Yani (54), seorang petani yang berada tidak jauh dari lokasi. M Yani kemudian mengajak Muslim (48), pemilik rakit yang berada di lokasi penyeberangan Paya Udeung, untuk menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, kedua saksi mendapati korban telah tergeletak. Mereka kemudian bersama-sama membawa korban menuju tempat penyeberangan rakit Desa Paya Udeung sambil menunggu ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 09.30 WIB, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Jeuram untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter piket Puskesmas Jeuram, dr. Intan Sri Wulan, denyut nadi korban tidak teraba dan denyut jantung tidak terdengar.

Korban selanjutnya dinyatakan telah meninggal dunia. Sekitar pukul 10.30 WIB, pihak keluarga membawa jenazah korban ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia setelah mengalami kondisi medis secara mendadak saat berada di bantaran sungai.

Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Jeuram, meminta keterangan sejumlah saksi serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Pihak terkait juga melakukan koordinasi dengan keluarga korban terkait proses penanganan lebih lanjut, termasuk surat pernyataan keluarga apabila menolak dilakukan pemeriksaan visum.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, khususnya apabila memiliki kondisi kesehatan yang dapat berisiko mengalami gangguan secara tiba-tiba.

Sumber :
Humas Polres Nagan Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *