Kenduri Blang Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 Digelar Khidmat di Bantaran Irigasi Beutong
Nagan Raya – Tradisi adat Kenduri Blang kembali digelar Pemerintah Kabupaten Nagan Raya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian serta doa bersama untuk keberkahan musim tanam berikutnya. Acara berlangsung pada Selasa (09/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB di bantaran bendungan irigasi Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Beutong, dan dihadiri lebih dari 400 peserta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Nagan Raya Dr. T. Raja Keumangan S.H., M.H., Wakil Bupati Raja Sayang, Ketua DPRK Rizki Ramadhan, unsur Forkopimda, para SKPA, para camat, penyuluh pertanian, BPP pertanian, serta para petani dari berbagai desa di Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan kuatnya komitmen menjaga keharmonisan antara adat, pertanian, dan pembangunan daerah.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat badar, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Hymne Aceh. Suasana berlangsung khidmat, mencerminkan makna mendalam tradisi tahunan yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Nasruddin SP, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan Kenduri Blang 2025. Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat, terutama para petani, dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Ia juga memaparkan capaian sasaran tanam tahun 2024–2025 yang telah mencapai 10.963 hektare, serta target tanam periode Oktober 2025–Maret 2026 yang kini sudah terealisasi seluas 4.763 hektare. Pemerintah berharap produktivitas pertanian terus meningkat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Ketua Kejrun Blang Kabupaten Nagan Raya dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh petani, penyuluh, serta tokoh adat yang telah menjaga tradisi ini dengan penuh kekompakan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi, mematuhi aturan adat tanam, serta meningkatkan koordinasi antarpetani demi menjaga kelancaran musim tanam. Tradisi Kenduri Blang, menurutnya, adalah wadah mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan demi kemajuan pertanian daerah.
Kapolres Nagan Raya melalui Waka Polres Nagan Raya Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K., yang hadir mewakili Kapolres, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kenduri Blang 2025. Ia mengatakan bahwa kegiatan adat seperti ini memiliki nilai kebudayaan yang tinggi dan mampu memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan keamanan daerah.
“Polres Nagan Raya siap mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bernilai positif. Kenduri Blang bukan hanya tradisi, tetapi juga doa dan harapan bersama agar masyarakat diberikan keselamatan, hasil panen melimpah, serta terhindar dari segala musibah. Kami akan terus hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Waka Polres mewakili Kapolres.
Bupati Nagan Raya Dr. T. Raja Keumangan S.H., M.H. dalam arahannya menegaskan bahwa Kenduri Blang memiliki nilai filosofis yang tinggi sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar hasil panen mendatang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, katanya, terus berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan sarana pertanian, pendampingan kelompok tani, dan peningkatan produksi. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kekuatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Nagan Raya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Tgk Usman, ramah tamah, serta interaksi antara para pejabat dan masyarakat yang hadir. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan hingga selesai pada pukul 13.00 WIB.
Kenduri Blang menjadi simbol persatuan, syukur, dan harapan. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai wujud penghormatan pada adat serta komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Nagan Raya.

