Kapolsek Darul Makmur Sigap Redam Aksi Protes Warga Terkait Dana Bantuan Banjir di Desa Lamie

Nagan Raya – Aksi protes yang dilakukan oleh ratusan warga Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, terkait penyaluran dana bantuan stimulan pasca bencana banjir, berhasil diredam secara humanis oleh jajaran kepolisian Sektor Darul makmur, Rabu (18/3/2026).

Sekitar ±200 warga masyarakat mendatangi Kantor Keuchik Desa Lamie pada pukul 11.30 WIB untuk menyampaikan aspirasi mereka. Warga menilai bahwa penyaluran bantuan dana stimulan tersebut tidak tepat sasaran dan menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

Dalam aksi tersebut, sejumlah perwakilan pemerintah desa turut hadir untuk menanggapi keluhan warga, di antaranya Kepala Dusun Meureubo Sulaiman, Kasi Pelayanan Desa Desi Ratna Sari, serta Kapolsek Darul Makmur, IPTU Ade Haidir, S.H.

Beberapa poin utama yang disampaikan warga antara lain adanya dugaan penerima bantuan yang tidak terdampak banjir, permintaan agar bantuan dibagi secara merata mengingat sebagian besar rumah warga terdampak, serta tuntutan keadilan bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Darul Makmur IPTU Ade Haidir, S.H. dengan pendekatan dialogis dan humanis memberikan penjelasan langsung kepada warga. Ia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan telah dilakukan sesuai prosedur dengan kategori kerusakan, yakni rusak ringan, sedang, dan berat.

“Apabila ditemukan adanya warga yang tidak terdampak namun menerima bantuan, kami akan berkoordinasi dan mencari solusi bersama unsur Muspika, perangkat desa, serta petugas pendataan untuk menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah,” ujar Kapolsek di hadapan warga.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan kembali ke kediaman masing-masing. Berkat pendekatan persuasif tersebut, pada pukul 13.00 WIB, warga membubarkan diri dengan tertib tanpa adanya tindakan anarkis.

Dari hasil analisa di lapangan, aksi protes tersebut didominasi oleh kaum ibu-ibu dan dipicu oleh rasa kecemburuan sosial akibat ketidaksesuaian data penerima bantuan. Meski berlangsung damai, potensi aksi susulan tetap ada apabila permasalahan tidak segera ditangani secara tepat.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak kepolisian bersama unsur Muspika akan terus melakukan monitoring, pengamanan, serta mendorong penyelesaian melalui musyawarah antara pemerintah desa, dinas terkait, dan masyarakat.
Diharapkan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Sosial dan BPBD dapat segera turun tangan untuk mencari solusi terbaik, guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memastikan bantuan tepat sasaran.

Dengan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak dan mengedepankan kepentingan bersama.

Sumber :
Humas Polres Nara_Metapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *