Polsek Beutong Intensifkan Monitoring Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak Bencana

Nagan Raya – Hari ini, Senin, 2 Februari 2026, Polsek Beutong melaporkan situasi dan perkembangan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan monitoring ini dilakukan guna memastikan proses pembangunan berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak bencana.
Berdasarkan laporan perkembangan terkini, total pembangunan Huntara yang direncanakan sebanyak 122 titik untuk 674 Kepala Keluarga (KK). Hingga saat ini, 1 unit telah selesai dibangun, 20 unit masih dalam tahap pembangunan, dan 15 unit dalam proses pemerataan tanah.
Rincian Pembangunan Huntara per Desa
Desa Kuta Teungoh
Pembangunan Huntara direncanakan sebanyak 45 titik untuk 233 KK. Saat ini, 1 unit telah selesai, sementara 8 unit sedang dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 80 persen.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. RTG Riksa dengan penanggung jawab Sdr. Miswar, menggunakan lahan milik masyarakat setempat.
Desa Babah Suak
Di Desa Babah Suak, direncanakan pembangunan 33 titik Huntara untuk 170 KK. Hingga kini, 9 unit dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 40 persen, serta 15 titik masih dalam proses pemerataan lahan.
Pembangunan juga dikerjakan oleh CV. RTG Riksa di bawah tanggung jawab Sdr. Miswar.
Desa Blang Meurandeh
Pembangunan Huntara di Desa Blang Meurandeh direncanakan sebanyak 18 titik untuk 115 KK. Saat ini, 3 unit sedang dibangun dengan progres sekitar 30 persen.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh CV. Batee Roo Away dengan penanggung jawab Sdr. Sutrisno.
Desa Blang Puuk
Sementara itu, rencana pembangunan Huntara sebanyak 26 titik untuk 156 KK di Desa Blang Puuk masih berada pada tahap rapat dan pembahasan penentuan lokasi pembangunan.
Pernyataan Kapolsek Beutong
Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek Beutong IPDA Murdani, S.H menyampaikan bahwa monitoring yang dilakukan Polsek Beutong merupakan bentuk dukungan Polri terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
“Monitoring ini dilakukan secara rutin untuk memastikan pembangunan Huntara berjalan aman, tertib, dan sesuai perencanaan. Kami juga berkoordinasi dengan BNPB, pemerintah desa, serta masyarakat guna mengantisipasi kendala di lapangan,” ujar IPDA Murdani.
Ia menambahkan, kehadiran Polsek Beutong di lokasi pembangunan juga bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama proses pembangunan berlangsung hingga Huntara dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana.

Sumber:
‎Humas Res_Nara/Metapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *