Polres Nagan Raya Kembali Rilis Update Terbaru Perkembangan Dampak Banjir
Nagan Raya – Polres Nagan Raya kembali merilis update terbaru terkait perkembangan situasi dan dampak bencana banjir (hidrometeorologi) yang melanda wilayah Kabupaten Nagan Raya akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data terkini per Sabtu, 10 Januari 2026, tercatat sebanyak 8.296 Kepala Keluarga (KK) atau 25.620 jiwa terdampak bencana banjir. Dari jumlah tersebut, 1 orang meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian, sementara 1.441 jiwa mengungsi, seluruhnya berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Banjir mengakibatkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum. Sebanyak 563 rumah warga hilang atau terbawa arus, 86 rumah rusak berat, 207 rumah rusak sedang, serta 930 rumah rusak ringan. Selain itu, tercatat 15 rumah ibadah, 49 sekolah, 21 dayah/pesantren, dan 37 fasilitas umum turut terdampak.
Dari sisi infrastruktur, bencana ini menyebabkan 5 jembatan rusak atau putus dan 10 ruas jalan terdampak, termasuk Jalan Lintas Nasional Meulaboh–Takengon di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Jembatan darurat Bailey (rangka baja) yang menghubungkan Kabupaten Nagan Raya dengan Kabupaten Aceh Tengah (Takengon) saat ini telah berfungsi dan dapat digunakan 100 persen. Berfungsinya jembatan tersebut membuat akses lintas kabupaten kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan logistik, sehingga mendukung kelancaran distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat.
Empat kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya. Sementara itu, Dusun Blang Tripa (Gunong Kong), Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, masih tergolong wilayah terisolasi, di mana akses masyarakat dan pendistribusian bantuan logistik masih menggunakan sampan bermesin.
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Polri telah membangun 4 unit sumur bor yang tersebar di 4 titik di Kecamatan Tripa Makmur. Keempat sumur bor tersebut saat ini sudah berfungsi dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih pascabanjir.
Dalam rangka penanganan darurat, telah didirikan 5 posko pengungsian di sejumlah titik strategis. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh juga telah menyalurkan bantuan logistik pangan dan sandang melalui berbagai instansi, di antaranya Kepresidenan, Kementerian Pertahanan, BNPB, Dinas Pangan Aceh, serta Gubernur Aceh. Seluruh bantuan tersebut disimpan di Posko Darurat dan Gudang Logistik BPBD Nagan Raya sebelum disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak.
Selain pendistribusian bantuan, upaya pemulihan terus dilakukan melalui pembersihan fasilitas umum di 12 lokasi, pembuatan sumur bor di beberapa titik, serta pembangunan Hunian Sementara (Huntara) berbahan rangka baja ringan oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya di Desa Kuta Tengoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Polres Nagan Raya bersama TNI, BPBD, Pemerintah Daerah, dan unsur terkait lainnya terus bersinergi dalam penanganan bencana, pengamanan wilayah, serta percepatan pemulihan pascabencana. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau informasi resmi dan peringatan dini cuaca guna mengantisipasi potensi banjir dan longsor susulan.

