Polres Nagan Raya Bersama TNI dan Pemerintah Daerah Percepat Pemulihan Dampak Banjir

Nagan Raya – Kepolisian Resor Nagan Raya terus menyampaikan pembaruan perkembangan situasi dampak bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Nagan Raya akibat tingginya intensitas curah hujan. Hingga Minggu, 21 Desember 2025, banjir tercatat berdampak pada empat kecamatan dengan kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, serta permukiman warga.
Data sementara sejak 27 November hingga 21 Desember 2025 menunjukkan kerusakan pada sejumlah fasilitas vital. Sebanyak 15 unit rumah ibadah mengalami kerusakan hingga roboh. Sektor pendidikan turut terdampak dengan 70 unit bangunan kampus, sekolah, dan dayah mengalami kerusakan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, MI, MTsN, SMA/SMK hingga dayah dan pesantren.
Sebanyak 37 unit fasilitas umum terdampak, terdiri dari kantor desa, puskesmas dan polindes, serta pos keamanan. Kerusakan paling signifikan terjadi pada rumah warga, dengan 563 unit rumah dilaporkan hilang atau terbawa arus, 86 unit rusak berat, 207 unit rusak sedang, dan 930 unit rusak ringan. Jumlah warga terdampak mencapai 26.216 jiwa, dengan satu korban meninggal dunia dan tiga orang masih dalam pencarian.
Banjir juga mengakibatkan lima unit jembatan rusak atau putus serta sepuluh ruas jalan utama dan jalan desa terputus, termasuk pada jalur strategis nasional Nagan Raya–Takengon. Untuk mengatasi kondisi tersebut, jembatan darurat telah dan siap dikerjakan secara gotong royong oleh personel Polri, TNI, bersama masyarakat setempat. Selain itu, Dinas PUPR Kabupaten Nagan Raya telah membangun jembatan darurat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Sebagai langkah lanjutan, rangka jembatan Bailey telah tiba di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menggunakan lima unit trado dengan total muatan sekitar 60 ton, guna pembangunan jembatan pengganti pada jalur nasional Nagan Raya–Takengon. Pengerjaan jembatan ini dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Dalam aspek kemanusiaan, Polres Nagan Raya aktif menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir serta menyediakan layanan pengobatan gratis di posko-posko dan lokasi terdampak. Selain itu, dalam upaya percepatan pemulihan, Polres Nagan Raya juga melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan fasilitas pendidikan, khususnya sekolah dan dayah yang terdampak banjir, agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Terkait kelistrikan, permasalahan listrik di wilayah Kabupaten Nagan Raya saat ini telah sebagian besar teratasi. Pasokan listrik dilaporkan telah pulih sekitar 85 persen dan terus dilakukan perbaikan secara bertahap oleh pihak PLN hingga seluruh wilayah kembali normal.
Meskipun masih terdapat wilayah yang terisolir, seperti Dusun Blang Tripa (Gunong Kong) di Kecamatan Darul Makmur, pendistribusian bantuan logistik tetap berjalan dengan memanfaatkan sarana transportasi air berupa sampan mesin milik warga. Ketersediaan bahan pokok, BBM, dan gas LPG di Kabupaten Nagan Raya dipastikan dalam kondisi aman, dengan distribusi yang terus dilakukan secara bertahap dan merata.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bersama Polres Nagan Raya, TNI, BPBD, dan seluruh unsur terkait terus menjalankan kerja sama dan koordinasi intensif dalam penanganan bencana, pendistribusian logistik, pelayanan kesehatan, serta percepatan pemulihan infrastruktur. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat dan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, serta mengikuti perkembangan informasi dan peringatan dini dari instansi berwenang melalui kanal resmi yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *