Muspika Kecamatan Kuala Gelar Diskusi Kebangsaan: Merawat Kedamaian Menuju Aceh Meusyuhu dalam Bingkai NKRI

Kuala — Pada Selasa, 18 November 2025, Muspika Kecamatan Kuala menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kebangsaan bersama para Keuchik, Mukim, anggota KPA dan JASA Kecamatan Kuala. Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB ini mengusung tujuan besar: merawat kedamaian, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Aceh yang meusyuhu dan bersyari’ah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kuala Koko Fenna Loza, S.IP., M.Si., Kapolsek Kuala IPTU Zulkahar, S.H., Danramil 01 Kuala Kapten Amren, KBO Sat Intelkam Polres Nagan Raya IPTU T. Irdani, S.AB., Dosen STIAPEN Banta Diman, S.Sos.I., M.Si., para Keuchik, para Mukim, anggota KPA serta anggota Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Kecamatan Kuala.

Diskusi diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh. Suasana khidmat terasa sejak awal, mencerminkan semangat kebersamaan seluruh peserta.

Camat Kuala dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sesama anak bangsa. Ia menegaskan bahwa diskusi kebangsaan menjadi bagian dari upaya pelayanan publik yang berorientasi pada persatuan dan harmoni masyarakat.

Kapolsek Kuala IPTU Zulkahar, S.H., selaku pemateri menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan sesungguhnya telah melekat dalam jati diri masyarakat sejak masa lalu. Yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, demi terciptanya Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, terutama Aceh sebagai daerah dengan penerapan syariat Islam.

Sementara itu, Danramil 01 Kuala Kapten Amren menegaskan bahwa dasar berbangsa dan bernegara adalah Pancasila, yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan bernegara untuk seluruh elemen masyarakat.

Dosen STIAPEN, Banta Diman, S.Sos.I., M.Si., turut memperkaya diskusi dengan pemaparan mengenai keistimewaan Aceh sebagai provinsi berotonomi khusus. Ia menekankan bahwa Aceh memiliki keragaman adat, resam, dan lembaga yang menjadi perekat masyarakat. Menurutnya, kedamaian Aceh adalah hasil mahal dari sejarah panjang konflik sehingga perlu dijaga melalui adat, moral, dan perilaku yang bersyari’ah.

Kegiatan diskusi kebangsaan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat Kecamatan Kuala untuk menjaga stabilitas, harmoni, dan kedamaian menuju Aceh yang lebih meusyuhu, bermartabat, serta tetap teguh dalam bingkai NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *