Zikir Damai Peringati HDA ke-21, Polres Nagan Raya Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
Nagan Raya – Dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat menggelar Zikir Damai dan Doa Bersama di Masjid Baitul A’la atau Masjid Giok, Desa Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (14/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 20.45 WIB hingga 22.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan perdamaian Aceh sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Nagan Raya.
Zikir Damai turut dihadiri Bupati Nagan Raya yang diwakili Asisten II Setdakab Nagan Raya Bustami, S.Pd., Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., Kajari Nagan Raya Arwin Adinata, S.H., M.H., Danyonif TP 856/SBS Letkol Inf. Indra Rukmana, Kasdim 0116/Nagan Raya Mayor Inf Ainu, Kadis Syariat Islam Nagan Raya Mussidiq, S.HI., M.SI., Sekwan DPRK Nagan Raya Fafi Agusrizal, S.I.P., serta unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah lainnya.
Selain itu, kegiatan juga diikuti personel Kodim 0116/Nagan Raya, Polres Nagan Raya, Yonif TP 856/SBS, Yon C Pelopor Brimobda Aceh, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, santri/wati MUQ, serta masyarakat Nagan Raya dengan jumlah sekitar 300 orang.
Dalam sambutan Bupati Nagan Raya yang disampaikan Asisten II Setdakab, masyarakat diajak untuk senantiasa mensyukuri perdamaian Aceh dan bersama-sama menjaga keberlangsungannya, khususnya di Kabupaten Nagan Raya.
“Menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Persaudaraan, saling menghormati, musyawarah dan penyelesaian persoalan secara damai harus terus dikedepankan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya pembangunan yang adil, pelayanan publik yang baik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari upaya merawat perdamaian.
“Mari kita mendoakan para syuhada serta para pemimpin, ulama dan masyarakat Aceh agar diberikan kekuatan untuk menjaga perdamaian, persatuan dan keutuhan Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Zikir Damai dan Doa Bersama yang dipimpin oleh Tgk. Rusdi dan Tgk. Teuku Indra Nur Alam. Suasana berlangsung khidmat dengan seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa untuk keberlangsungan perdamaian dan persatuan di Aceh.


