Polres Nagan Raya Pastikan Stok BBM Aman Hingga Idul Fitri, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan
Nagan Raya – Menyikapi beredarnya isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah masyarakat, jajaran Sat Intelkam Polres Nagan Raya melakukan monitoring langsung terhadap ketersediaan BBM bersubsidi dan non subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Rabu (11/03/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM tetap aman serta menenangkan masyarakat setelah munculnya isu kelangkaan BBM yang dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kasat Intelkam Polres Nagan Raya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dilakukan di lima SPBU yang berada di wilayah hukum Polres Nagan Raya, yaitu SPBU PT. Saloma di Desa Blang Muko Kecamatan Kuala, SPBU PT. Gunong Cut Meugah di Kecamatan Darul Makmur, SPBU PT. Citra Admararuri di Kecamatan Seunagan, SPBU PT. Tiara Patra di Kecamatan Kuala Pesisir, serta SPBU PT. Makmur Beutari Jaya di Kecamatan Darul Makmur.
Dari hasil monitoring yang dilakukan, diketahui bahwa stok BBM bersubsidi maupun non subsidi di seluruh SPBU tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, harga BBM di wilayah Kabupaten Nagan Raya juga masih stabil, dengan rincian BBM subsidi jenis Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter, sedangkan BBM non subsidi seperti Pertamax Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp13.350 per liter, Dexlite Rp14.500 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter.
Meski stok BBM masih aman, pihak kepolisian menemukan adanya peningkatan antrian kendaraan di beberapa SPBU, khususnya untuk pengisian BBM jenis Bio Solar. Antrian tersebut terpantau di antaranya di SPBU PT. Saloma Desa Blang Muko Kecamatan Kuala dan SPBU PT. Citra Admararuri Desa Paya Undan Kecamatan Seunagan.
Peningkatan antrian tersebut diduga dipicu oleh pengisian BBM oleh kendaraan yang sama secara berulang, serta adanya masyarakat yang terpengaruh isu kelangkaan BBM sehingga melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Selain itu, terdapat pula pengisian BBM jenis Bio Solar menggunakan jerigen yang telah memiliki izin resmi dari dinas terkait, yang diperuntukkan bagi kebutuhan nelayan boat, mesin percetakan bata pres, serta mobil lansir BBM.
Untuk mengantisipasi dampak dari isu yang beredar di masyarakat, Polres Nagan Raya juga telah membuat video edukasi dan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying, serta mengajak masyarakat tetap tenang karena ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Nagan Raya saat ini masih mencukupi.
Polres Nagan Raya juga terus melakukan patroli kamtibmas, pemantauan distribusi BBM, serta penyelidikan terhadap dugaan penimbunan BBM bersubsidi yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.
Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak SPBU serta instansi terkait untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah terjadinya penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
Sumber :
Humas Polres Nara_Metapa

