Polsek Kuala Amankan TKP kebakaran di Kuta Makmue
Nagan Raya – Musibah kebakaran melanda sebuah kedai kelontong milik warga di Desa Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (26/2/2026) sore. Kebakaran yang diduga dipicu petasan yang dimainkan anak-anak itu menghanguskan bangunan kedai beserta isinya dan menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.35 WIB. Kedai kelontong tersebut diketahui milik Syahdin (57), seorang guru yang berdomisili di desa setempat. Saat kejadian, istri korban, Syahwani, berada di dalam kedai, sementara pemilik berada di rumah.
Menurut keterangan saksi, sebelum kebakaran terlihat sekitar lima anak bermain petasan jenis mercon cabai di belakang kedai. Salah satu petasan diduga menyambar atap dapur yang terbuat dari daun rumbia, sehingga memicu percikan api yang cepat membesar.
Api dengan cepat melahap bangunan karena material yang mudah terbakar. Menyadari kejadian tersebut, Syahwani berteriak meminta pertolongan warga. Pemilik kedai bersama anaknya, Fadrul (23), serta warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan.
Sekitar pukul 18.10 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dibantu personel Polsek Kuala. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB, dilanjutkan proses pendinginan.
Akibat kejadian itu, satu unit kedai kelontong, barang dagangan, kios BBM eceran jenis bensin, serta satu unit mobil Toyota Avanza turut terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai ± Rp200 juta.
Selain kerugian materiil, Fadrul mengalami luka bakar ringan di bagian lengan dan kaki saat berupaya menyelamatkan barang-barang. Korban saat ini menjalani perawatan medis di RSUD SIM Ujong Patihah. Sementara pemilik kedai dilaporkan mengalami trauma pascakejadian.
Kapolsek Kuala menyampaikan bahwa dugaan sementara kebakaran disebabkan petasan yang dimainkan anak-anak di sekitar lokasi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama selama bulan suci Ra

madan, guna mencegah kejadian serupa.
“Kami mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya terkait penggunaan petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah aman dan kondusif, sementara aparat kepolisian masih melakukan pendataan serta langkah-langkah lanjutan.

